Apakah Ibu pernah tiba-tiba mendengar suara "ngiing", berdesir, atau berdetak di telinga meskipun lingkungan sekitar sedang tenang? Keadaan ini dikenal sebagaitinnitus atau telinga berdenging.
Beberapa ibu yang sedang mengandung mungkin mengalami gejala ini secara sporadis atau bahkan terus-menerus hingga mengganggu waktu istirahat mereka.
Sebenarnya, telinga berdenging merupakan keluhan yang sering dialami selama masa kehamilan, khususnya pada trimester kedua dan ketiga. Penyebabnya bervariasi, mulai dari perubahan fisiologis yang wajar hingga tanda kondisi medis yang harus diwaspadai.
Untuk membuat ibu lebih tenang namun tetap waspada,Erfa Newssudah mengumpulkan beberapa faktor yang menyebabkan telinga berdenging pada masa kehamilan lanjut.
Yuk Ma, simak penjelasannya!
Penyebab Telinga Berdenging pada Masa Kehamilan Lanjut
1. Peningkatan volume darah
Salah satu faktor paling umum yang menyebabkan telinga berdenging selama kehamilan adalah peningkatan jumlah darah secara signifikan.
Tubuh ibu menghasilkan darah 50 persen lebih banyak dari biasanya guna memenuhi kebutuhan janin. Jantung juga harus bekerja lebih keras untuk memompa darah tersebut ke seluruh tubuh.
Aliran darah yang cepat dan ber tekanan tinggi terkadang menghasilkan suara berdengung atau berdebum yang dapat didengar oleh telinga bagian dalam ibu. Jenis dengung ini sering disebut sebagaipulsatile tinnitusdi mana suaranya selaras dengan detak jantung ibu.
2. Perubahan kadar hormon
Hormon kehamilan, khususnya progesteron dan estrogen, berdampak pada hampir seluruh sistem tubuh ibu, termasuk indera pendengaran.
Perubahan hormon bisa memicu penumpukan cairan dalam tubuh, termasuk di bagian telinga dalam (koklea).
Pembengkakan jaringan atau perubahan tekanan cairan dalam telinga bagian dalam dapat mengganggu pengiriman sinyal saraf pendengaran ke otak, yang akhirnya menyebabkan timbulnya suara denging. Selain itu, hormon juga dapat memengaruhi sel-sel rambut halus di telinga yang berperan dalam menangkap bunyi.
3. Tekanan darah yang tinggi atau kondisi preeklamsia
Ibu perlu waspada jika telinga berdenging disertai dengan nyeri kepala parah, penglihatan kabur, atau pembengkakan mendadak pada kaki dan wajah. Telinga berdenging bisa menjadi salah satu tanda dari tekanan darah tinggi selama kehamilan atau pre-eklamsia, kondisi yang berbahaya bagi ibu dan janin.
Tekanan darah yang sangat tinggi bisa merusak pembuluh darah kecil di sistem pendengaran. Jika Ibu mengalami gejala tersebut, jangan menunda-nunda, segera kunjungi dokter kandungan atau bidan untuk pemeriksaan tekanan darah dan kadar protein dalam urine.
4. Kurangnya kadar besi dalam darah
Ibu yang sedang mengandung cenderung rentan terkena anemia atau kekurangan darah akibat peningkatan kebutuhan besi yang signifikan. Ketika tubuh kekurangan zat besi, sel darah merah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke berbagai bagian tubuh, termasuk organ pendengaran.
Untuk mengimbangi kekurangan oksigen tersebut, jantung akan memompa darah dengan lebih cepat dan kuat.
Aliran darah yang tidak lancar ini seringkali terdengar seperti bunyi dengung atau desir di telinga ibu, terutama ketika sedang berbaring atau merasa lelah.
5. Sumbatan kotoran telinga
Terkadang penyebab telinga berdenging cukup mudah, yaitu penumpukan kotoran di dalam telinga (earwax).
Menariknya, perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan produksi kotoran telinga menjadi lebih banyak atau lebih tebal daripada biasanya.
Jika kotoran ini menumpuk dan menyumbat saluran telinga, gendang telinga tidak dapat bergetar secara optimal, yang akhirnya menyebabkan tinitus. Hidung tersumbat akibatpregnancy rhinitis(flu kehamilan) juga dapat menekan saluran eustachius yang menghubungkan hidung dan telinga, menyebabkan rasa penuh di telinga serta denging.
6. Permasalahan di sendi temporomandibular (TMJ)
Banyak ibu mengalami rasa cemas atau stres sebelum melahirkan tanpa menyadari hal tersebut. Stres ini sering kali muncul melalui kebiasaan menggerakkan gigi (bruxism) saat tidur atau mengencangkan rahang.
Kekakuan pada sendi rahang (Temporomandibular Jointatau TMJ) ini memiliki hubungan yang dekat dengan telinga karena letaknya yang berdekatan. Otot rahang yang kaku dan meradang dapat menyebabkan nyeri telinga serta gangguan denging di pagi hari.
7. Tekanan dan kelelahan tubuh
Kehamilan merupakan proses fisik yang melelahkan seperti lari maraton. Kurangnya istirahat, peningkatan beban tubuh, serta ketegangan emosional bisa membuat sistem saraf ibu menjadi sangat rentan.
Ketika tubuh dan pikiran ibu mengalami stres, otak cenderung memahami sinyal listrik acak dari telinga sebagai suara bising atau dengung. Semakin ibu memperhatikan suara tersebut dan merasa terganggu, biasanya dengung itu akan terdengar lebih keras. Istirahat yang cukup sering kali menjadi solusi paling efektif.
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan telinga berdenging pada masa kehamilan lanjut yang perlu diketahui.
Jika telinga berdengung terasa sangat mengganggu atau disertai gejala mual dan pusing, segera konsultasikan ke dokter THT atau dokter kandungan.
Question | Answer |
|---|---|
Apakah tinnitus selama kehamilan dapat sembuh secara alami? | Ya, sebagian besar kasus tinnitusselama kehamilan bersifat sementara dan akan hilang secara alami setelah melahirkan, seiring kembalinya volume darah dan hormon ke tingkat normal. |
Kapan sebaiknya mengunjungi dokter jika mengalami tinnitus? | Segera kunjungi dokter jika tinnitus muncul secara tiba-tiba, hanya terjadi pada satu telinga, atau disertai gejala lain seperti sakit kepala yang sangat parah, penglihatan kabur, mual dan muntah, atau pusing berputar, karena bisa menjadi tanda-tanda preeklamsia. |
Apakah mendengarkan lagu dapat membantu mengurangi suara denging? | Bisa. Terapi suara (sound therapy) seperti mendengarkan white noise(suara hujan, kipas angin) atau lagu lembut dengan volume kecil dapat membantu mengalihkan perhatian otak dari suara dengung, terutama ketika akan tidur. |






