Saksi Kata: Cerita Syalomitha, Penjaga Booth Saat Badai Menerjang Eclat Megamas Manado

Erlita Irmania
0
Saksi Kata: Cerita Syalomitha, Penjaga Booth Saat Badai Menerjang Eclat Megamas Manado

Pengalaman Kru Nona's Cake Saat Cuaca Ekstrem Mengguncang Kawasan Megamas

Kawasan Megamas di Kota Manado, Sulawesi Utara, mengalami cuaca ekstrem pada Rabu (29/11/2025) malam hingga Kamis (30/11/2025) dini hari. Angin kencang, hujan deras, dan ombak tinggi menghantam wilayah tersebut, memengaruhi berbagai aktivitas yang berlangsung di sana. Salah satu yang terdampak adalah booth kuliner yang berada di Eclat, salah satu tempat populer untuk berkumpul dan berbelanja.

Peristiwa yang Terjadi

Syalomitha Barahama, salah satu kru dari Nona's Cake yang menjual produknya di Eclat, menceritakan pengalamannya saat kejadian tersebut terjadi. Ia dan rekan-rekannya mulai membuka booth sekitar pukul 3.30 hingga 4 sore. Awalnya suasana masih relatif tenang, dengan angin yang datang dan pergi. Namun, seiring waktu, kondisi mulai berubah.

Pada sekitar pukul 7 malam, angin kencang mulai bertiup dan membuat barang-barang di sekitar booth mulai terbang. Ombak juga mulai meninggi, meski belum sampai ke lokasi Eclat. Menurut Syalomitha, mereka awalnya masih menunggu apakah angin akan reda atau tidak. Setelah mendapatkan konfirmasi dari pemilik usaha, mereka akhirnya memutuskan untuk menutup booth sekitar pukul 7 malam.

Dampak Cuaca Ekstrem

Setelah penutupan booth, lampu di area Eclat mulai mati dan menyala-nyala. Pada akhirnya, lampu benar-benar padam dan tidak menyala lagi hingga pagi hari. Kondisi gelap menyelimuti kawasan, sehingga banyak pengunjung yang tidak datang. Bahkan, beberapa tenant lain juga tutup karena tidak ada pengunjung.

Syalomitha mengatakan bahwa di Sunbai, kawasan yang lebih dekat dengan pantai, kerusakan cukup parah. Banyak tanah dan lumpur yang masuk ke dalam area, sehingga perlu dilakukan kerja bakti bersih-bersih. Namun, di sekitar Eclat sendiri, kerusakan tidak terlalu besar. Hanya saja, air banjir menggenangi area booth, sehingga mereka harus membersihkannya sebelum kembali membuka usaha.

Persiapan Pasca Kejadian

Setelah kejadian tersebut, Syalomitha dan timnya tetap membuka booth pada hari Jumat. Meski begitu, jumlah pengunjung agak sedikit berkurang. Mereka berharap agar cuaca tidak kembali buruk dan dapat berjualan dengan lancar.

Menurut Syalomitha, ini bukan pertama kalinya mereka menghadapi cuaca ekstrem. Pada bulan Juni lalu, mereka juga pernah mengalami hal serupa, meski tidak seberat kali ini. Saat itu, angin kencang juga terjadi, namun tidak sampai membuat mereka tutup total.

Produk yang Ditawarkan

Nona's Cake, yang berada di Eclat, menawarkan berbagai jenis kue yang disukai oleh pengunjung. Cheesecake menjadi produk utama mereka, dengan tiga rasa yang tersedia: original, coklat, dan matcha. Harga untuk kue-kue ini berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 37 ribu, tergantung ukuran dan rasa.

Tantangan dan Harapan

Meskipun menghadapi tantangan, Syalomitha tetap optimis. Ia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan semoga cuaca di kawasan Megamas bisa kembali stabil. Selain itu, ia juga berharap agar para pengunjung tetap datang dan mendukung usaha mereka.

Kesimpulan

Peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi di kawasan Megamas menjadi pelajaran penting bagi para pengusaha kuliner. Meski menghadapi kendala, mereka tetap berusaha untuk bangkit dan kembali berjualan. Dengan persiapan yang baik dan dukungan dari pengunjung, mereka yakin bisa melewati masa-masa sulit ini.



Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default